Konferensi Penginjil Karo (1923)

by -258 views
Konferensi Penginjil

Konferensi para penginjil yang datang ke masyarakat Karo pernah dilakukan di Raya (dataran tinggi Karo) pada tanggal 30 Januari 1923.

Oleh Edi Santana Sembiring.

Majalah Nederlandsch  Zendingsblad terbitan 1 Mei 1923 dalam artikel berjudul De Conferentie in Deli, menuliskan kegiatan Konferensi para penginjil yang datang ke masyarakat Karo yang diadakan di Raya (dataran tinggi Karo) pada tanggal 30 Januari 1923. Namun sedikit perlu dikoreksi, majalah ini menyebutkan penginjilan pada masyarakat Karo baik yang berada di dataran tinggi maupun dataran rendah sebagai zending Deli.

Para penginjil Nederlands Zendelingenootschap (NZG) baik di Karo Hilir (dataran rendah Deli) dan Karo Hulu (dataran tinggi Karo) membentuk Konferensi bersama. Mereka bertemu setidaknya sekali setahun, terkadang dua kali setahun. Kepentingan dari pekerjaan penginjilan dibahas. Laporan tahunan dibacakan, dan perencanaan untuk tahun berikutnya dibuat.

Semua proposal penting untuk Dewan Pusat disiapkan. Konferensi ini sangat diperlukan untuk kelancaran pekerjaan. Berikut petikan dari isi artikel tersebut :

Pertemuan ini sangat penting bagi para penginjil. Mereka relatif terisolasi di posnya. Di Konferensi tersebut, mereka bertemu dengan rekan kerja, termasuk beberapa yang lebih banyak pengalaman hidup, dengan pengetahuan yang lebih besar tentang negeri dan penduduknya.

Di dalam pertemuan, dimungkinkan untuk membahas beberapa hal. Ada juga penguatan spiritual dalam pertemuan dengan doa bersama dan pembacaan Alkitab. Apa yang telah diperoleh dalam minggu Konferensi kemudian harus digunakan berminggu-minggu dan berbulan-bulan.

Konferensi para penginjil.

Foto ini menunjukkan Konferensi Deli yang diadakan di Raya pada 30 Januari 1923. Ketua Konferensi ini adalah Pdt. J.H. Neumann (orang paling kanan di foto). Di sebelahnya adalah istrinya dan yang bersandar di lutut istrinya adalah putra bungsunya, satu-satunya anak mereka yang masih bersama mereka.

Penginjil Neumann sekarang tinggal di Raya, tempat sekolah pelatihan dulu berada. Pdt. Neumann baru-baru ini menerbitkan buku tata bahasa Karo yang sangat membantu para penginjil dalam mempelajari bahasa tersebut. Dia saat ini sedang mengerjakan terjemahan dari Kitab Perjanjian Baru.

Di belakang Ny. Neumann adalah Ny. Van Eelen. Dan di samping Ny. Van Eelen adalah Pdt. Van Eelen, yang bertanggung jawab atas rumah sakit kusta Lao si momo. Saat ini Pdt. Van Eelen memegang posisi sekretaris di Konferensi.

Di sebelah  Pdt. Van Eelen adalah Pdt. H. Vuurmans. Beliau menduduki pos penginjilan di  Gunung Meriah (Deli Serdang) pada tahun 1922. Di sana sebagian besar masih merupakan karya perintis.

Pos Penginjil di Gunung Meriah (Deli Serdang).

Duduk di dekat tangan kanannya adalah Ny. Vuurmans. Tampak putra mereka yang baru lahir. Sementara anak laki-laki yang berdiri di samping dan yang duduk di depan adalah putra dari Pdt. Van Eelens.

Di belakang Ny. Vuurmans adalah Suster Wijnekes, penginjil yang tinggal di rumah sakit di Sibolangit. Dan kini semakin dipercayai oleh penduduk.

Di posisi paling kiri adalah Pdt. Van Muylwijk dan Ny. Van Muylwijk. Mereka sudah banyak menjelajahi Hindia Belanda. Pdt. Van Muylwijk pernah dikirim ke Papua Nugini. Lalu ditempatkan di Fak-Fak (Papua).

Karena sakit dia harus meninggalkan pos penginjilan itu. Setelah sembuh, ia kemudian bekerja beberapa lama di Siauw (Kepulauan Sangir), namun tidak lama kemudian ia harus berobat di Belanda. Cukup lama cuti karena sakit, setelahnya ia kembali ke Fak-Fak.

Namun, setelah beberapa tahun bekerja, dia harus meninggalkan tempat itu lagi karena sakit parah. Untung dia menemukan kesembuhan di Jawa, sehingga dia tidak harus melakukan perjalanan ke Belanda untuk berobat. Akhirnya ia mendapatkan posisi di Deli.

Konferensi di Deli ini tidak dihadiri Pdt. Van den Berg dan istri. Mereka sedang cuti dan berada di Belanda.

Pdt. Van Beek dan istri juga tak ada. Mereka dikirim ke Deli pada tahun 1921. Namun harus pulang ke Belanda pada tahun 1922 karena kesehatan.

Dari laporan penginjil Neumann, dikatakan , Orang Karo di tahun 1922 bukan lagi penyembah berhala seperti tahun 1900 dan sebelumnya. Di Belanda saya sering mengatakan bahwa ada lebih banyak orang yang belum dibaptis daripada yang dibaptis di tanah Karo. Dan sekarang saya dapat mengulangi kata-kata itu dengan lebih pasti di akhir tahun. Tapi ada juga suasana hati yang lebih baik tahun ini, kebangunan rohani dicatat di sana-sini. Dataran tinggi Karo, Karo Dusun (Deli Hulu) dan Serdang, sepenuhnya sedang dibangun. Di dataran tinggi kami memiliki 11 penginjil, di Deli 6 – masing-masing memiliki wilayah sendiri, terkadang cukup besar, dan dengan cara ini hampir setiap desa dikunjungi setiap bulan atau dua bulan. Di pertemuan yang diadakan penginjil kami, ada 40 hingga 100 dan lebih banyak pendengar.”

Arus kebangkitan iman juga terlihat di antara orang-orang di Deli. Ada banyak asosiasi, termasuk beberapa asosiasi sekolah yang lebih besar dan lebih kecil. Di Kabanjahe sebuah sekolah dibuka oleh penduduk. Ada juga serikat pekerja untuk membantu perkawinan dan pemakaman. Juga Komite buta huruf (A B C) untuk mengajari semua orang tua membaca.

No More Posts Available.

No more pages to load.