Orang-orang Karo di Sunggal menolak tanah-tanahnya direbut oleh Kesultanan Deli dan Pangeran Langkat, dimana kedua pemimpin ini meminta bantuan tentara Kolonial Belanda
Karo Siadi
Perang Sunggal, Sebuah Kesaksian Mata (Bagian 7)
Koran De Sumatra Post menerbitkan cerita bersambung dengan 34 bagian dengan judul : “Van Riouw naar Deli in 1872. Door een ooggetuige.” Kisah
Mengenang Seniman Tariganu (9 Oktober 1938-2 April 2019)
“Studi atau Revolusi” Menjelang perhelatan besar Ganefo (Games of the New Emerging Forces atau Pesta Olahraga Negara-Negara Berkembang), Tariganu (Usaha Tarigan) dihubungi
Penyair TariganU Berpulang
Mari kemari banting kemudi Ikut aku menghadap matahari! (Menghadap Matahari, 1981, Tariganu) Tariganu atau Drs. Usaha Tarigan lahir di dataran tinggi
Benarkah Jules Claine Orang Pertama Eropah yang Mengunjungi Karo?
[contact-form][contact-field label=”Name” type=”name” required=”true” /][contact-field label=”Email” type=”email” required=”true” /][contact-field label=”Website” type=”url” /][contact-field label=”Message” type=”textarea” /][/contact-form] Pada tanggal 3 September 1891, Jules Claine
Perang Sunggal, Sebuah Kesaksian Mata (Bagian 6)
Koran De Sumatra Post menerbitkan cerita bersambung dengan 34 bagian dengan judul : “Van Riouw naar Deli in 1872. Door een ooggetuige.” Kisah
Perang Sunggal, Sebuah Kesaksian Mata (Bagian 5)
Datuk Muhammad Kecil Surbakti, bersama Sulong Barat dan Datuk Jalil melakukan perlawanan terhadap ambisi Kesultanan Deli dalam menguasai lahan orang-orang Sunggal. Perangpun
Perang Sunggal, Sebuah Kesaksian Mata (Bagian 4)
Penyebab adanya Perang Sunggal dimulai dari ambisi Kesultanan Deli dalam menguasai lahan orang-orang Sunggal sepeninggal Datuk Abdullah Ahmad Surbakti, raja Sunggal, pada 1857.
Perang Sunggal, Sebuah Kesaksian Mata (Bagian 3)
Barisan prajurit Sultan yang berkisar 30 orang mengenakan pakaian khusus dan dipimpin oleh seorang sersan tentara. Hampir semua dari mereka dipersenjatai dengan
Perang Sunggal, Sebuah Kesaksian Mata (Bagian 2)
Pada malam di tanggal 8 Mei 1872, bagai sebuah bom jatuh dari langit, perintah datang kepada komandan militer di Riouw (Riau) untuk
No More Posts Available.
No more pages to load.















