Kumpul Sinuhaji, Dibuang ke Ambon Hingga Ikut Pertempuran di Surabaya

by -1,825 views

Di Ambon Kumpul Sinuhaji dipenjarakan di tangsi militer Belanda. Dan ia baru bebas setelah Jepang datang. Tentara Jepang sekitar tahun 1942 membebaskan tahanan-tahanan di tangsi militer itu. Kemujuran menghampirinya.

Dengan menumpang kapal layar, ia sampai ke Surabaya. Di sini Kumpul Sinuhaji melamar menjadi tentara Heiho. Di Surabaya ini, Kumpul Sinuhaji mengganti identitasnya. Namanya menjadi Arifin Hasibuan.

Kumpul Sinuhaji ikut merasakan peristiwa 10 November 1945 di Surabaya yang terkenal dengan perperangan Arek-arek Suroboyo. Kumpul Sinuhaji alias Arifin Hasibuan menjadi Komandan Pasukan Tempur Sriwijaya dengan pangkat Mayor. Wakilnya saat itu adalah Kapten J. Rambe. Kekuatan pasukannya saat itu terdiri dari 500 orang Heiho.

Kapten J. Rambe inilah yang berhasil mengumpulkan pasukan-pasukan Heiho yang terdiri dari Suku Karo, Toba, Mandailing, Aceh dan Padang yang baru pulang dari Kendari (Sulawesi). Pada waktu itu Surabaya Area berada di bawah komando Dr. Mustopo. Sedangkan Komandan Divisi adalah Kol. Yono Suwoyo. Koordinator pertahanan kota adalah Kolonel Sungkono.

Pada waktu pertempuran di mana tewasnya Brigadir Jendral Malaby dari pasukan Sekutu, pasukan Kumpul Sinuhaji alias Arifin Hasibuan mengambil bagian di daerah Jembatan Merah di samping Gedung Bank Internatio.

Saat Agresi II, Kumpul Sinuhaji telah berada di Lampung sebagai calon opsir (AL) Pangkalan IA, dibawah komandan Mayor (AL) Hedar. Pernah bertugas di Teluk Betung dengan pangkat Letnan di tahun 1949. Pada tahun 1960 berhenti dari Angkatan Laut RI dengan jabatan terakhir Kepala Pemeriksa/Security S.O.I Markas Besar AL di Jakarta.

Ia memilih hidup berdagang beras dan pada tahun 1977m Kumpul Sinuhaji menjadi Ketua Umum PERDABI (Persatuan Dagang Pengecer Beras Indonesia).

Sumber bacaan :

Karo dari Zaman ke Zaman Jilid 2 oleh Brahma Putro.

No More Posts Available.

No more pages to load.