Pada tahun 1898, Sibayak Lau Cih diwawancarai oleh Datuq Seri Indra Lela Sitja Radja, Wazir Sapoeloeh Doewa Kotta (Hadji Mohamad Noer dari
Karo dari Penuturan Sibayak Lau Cih Tahun 1898 (Bagian 1)
Dari dan Tentang Karo (Karauw) Catatan pendahuluan dari Antropolog Juara R. Ginting : Sibajak Sungei Sipoet yang dimaksud di tulisan itu
Bintang Karo : Indonesia Raya adalah Cita-cita Kita (1931)
Bintang Karo : “Indonesia Raya adalah cita-cita kita, siang dan malam!” Bintang Karo No.5, 1 Desember 1930. Di bawah judul artikel
Nama-nama Orang Karo (1894)
Sesuatu tentang penamaan dan nama yang tepat di Karo. oleh J. Wijngaarden Sangatlah bermanfaat untuk mempertimbangkan bagaimana orang Karo sampai pada pemilihan
Wawancara dengan Sibayak Lingga di Bintang Karo (1929-1930)
Bintang Karo No.11, Bulan November Tahun 1929. Pada edisi kali ini ada pengumuman perubahan susunan dalam tubuh Bintang Karo. Pimpinan Redaksi sekarang
Bintang Karo Bersuara Keras (1929)
Salah satu media cetak yang keras melawan Kolonial Belanda yang terbit tahun 1929 adalah bernama Bintang Karo. Penanggung jawab majalah Bintang Karo
Pandji Karo, Jong Karo dan Adat (1929)
Sebuah majalah bulanan telah terbit dengan nama Pandji Karo di bulan Januari tahun 1929. Pemimpin redaksinya G. Keliat. Memiliki kantor di Kaban
Majalah Tjermin Karo (1924)
Tjermin Karo, Semangat Nasionalisme di Kalangan Orang Karo. Tjermin Karo mulai beredar pada tanggal 13 Nopember 1924. Didirikan oleh Mboelgah Sitepoe.
Sinar Kemadjoean, Majalah Karo Tingkat Nasional Zaman Hindia Belanda
Likasi Ginting Manik adalah salah seorang tokoh pers di masa Kolonial Belanda. Setelah menerbitkan Majalah Sinar Karo, Likasi G. Manik mencoba membawa
Insiden Merah Putih di Berastagi (Bahagian 2)
Dengan hati yang panas, saya menyampaikan ancaman, “Kalau tuan tidak mau minta maaf, keamanan tuan-tuan di sini tidak akan kami jamin.” Komandan
No More Posts Available.
No more pages to load.









