Van Lith Memunculkan Narsar Hingga Bertanding ke Batavia (1914)

by
Koran Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indië tanggal 10-01-1914

Koran De Sumatra Post tanggal 12-06-1912 menuliskan kisah malam sebelumnya tentang kehadiran Narsar Karo-karo Purba di White Society, Medan.  Banyak yang hadir untuk mengikuti pertandingan simultan maupun reguler.

Tanpa lelah dia menghabiskan waktu berjam-jam menghadapi lawannya. Si Narsar sering bermain sangat berani di awal, mengejutkan lawan dengan gerakan yang tidak biasa. Karena gerakannya yang cepat, lawannya terkadang membiarkan dirinya terbawa ke intuisi yang ceroboh. Ketika Narsar memperhatikan bahwa ada bahaya baginya di sana-sini, ia mulai bermain lebih hati-hati. Lalu dia menjaga kondisi terbaiknya.

Dia tahu bagaimana menggunakan kelemahan terkecil dalam perhitungan lawannya dengan cara yang jenius. Dia tahu cara mengambil posisi berbahaya.

Kontributor De Sumatra Post menuliskan bahwa ia mendengar Narsar sulit menemukan lawannya dari Suku Karo, biasanya dengan pertandingan berhadiah uang. Dia punya kesempatan bermain ke lain daerah.

Terlaloe djaoeh,” menurut Si Narsar. Kontributor sedang memikirkan beberapa master catur  internasional pasti tertarik  melawannya tapi sayangnya tidak pernah ada momen kesempatan untuk mempertemukan Narsar dengan mereka.

Tulisan sebelumnya Rencana Narsar ke Eropah di Tahun 1911

Siapa yang Memunculkan Narsar ke Dunia Percaturan?

Tentang kisah siapa yang memunculkan Narsar pertama kali ke permukaan kompetisi catur di Hindia Belanda, koran Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indië pada 13-12-1913 menuliskan kisahnya :

Kontributor Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indië mendapatkan informasi tentang Narsar dari Sir A. van Lith,  dari Dinas Layanan Topografi, yang pernah bertemu sang juara di kampungnya. Si Narsar berasal dari dataran tinggi Karo, yang terletak di utara Danau Toba. Permainan catur di antara orang Karo sangat umum dimainkan. Selama kunjungan ke kampung mereka, di sana-sini beberapa anak berumur 8 hingga 10 tahun, terlihat bermain catur.

Peralatan caturnya sangat sederhana, beberapa garis, digambar di tanah mewakili papan catur dan potongan-potongannya dibentuk oleh batu-batu kecil atau potongan-potongan kayu, hampir tidak dapat dibedakan satu sama lain.

Namun semangat bermainnya tidak kalah hebat, dan pertandingan  antara dua pemain yang hebat menghasilkan penonton yang banyak mengerumuni, yang  kemudian terkadang menghasilkan taruhan uang yang lebih besar.

Pertarungan ayam telah ditiadakan, bertaruh pada pertandingan catur telah meningkat secara signifikan. Aturan permainan catur mereka, seperti yang dari zaman kuno telah diadopsi dari ayah ke anak.

Dari koran Bataviaasch Nieuwsblad pada tanggal  08-01-1914 kita mendapat informasi tambahan bahwa Mayor Van Lith itu suatu ketika bersama lima petugas lainnya melakukan pengamatan di negeri-negeri bagian atas Tanah Karo. Dan mereka menemukan sejumlah orang di sebuah kampung yang permainan caturnya sangat bagus.

Catur di Karo adalah permainan rakyat. Mereka belajar permainan ini sejak kecil. Mereka membuat papan catur di tanah dan memotong bidak-bidak catur dari kayu.

Garis-garis  papan catur berbeda. Aturan mainnya juga agak berbeda. Misalnya, seorang Raja yang belum pernah bergerak dari tempatnya, diizinkan untuk melakukan lompatan kuda. Setelah van Lith mengikuti permainan catur mereka untuk sementara waktu, ia memanggil dua orang Karo yang terhebat. Dan meminta keduanya bertanding satu sama lain.

Pemenangnya adalah Si Narsar. Dia kemudian bermain melawan van Lith dan kawan-kawan dan Narsar memenangkan semua pertandingan. Van Lith kemudian membawa Si Narsar ke Medan, tempat orang Karo ini telah memainkan sekitar 100 pertandingan.

 

Rencana Ke Batavia

Koran Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indië tanggal 15-11-1913 mengangkat pemberitaan bahwa dewan dari Club Catur Batavia berencana  mengundang Juara Catur Si Narsar yang beberapa waktu lalu menjuarai pertandingan catur di Jawa dan Medan.

Akan diadakan pertandingan simultan dan partai serius dengan pemain-pemain catur di Batavia. Mereka berencana mengundang Narsar selama seminggu di Batavia dan dimungkinkan pula yang bukan anggota club catur ini untuk bertanding dengan orang Karo ini.

Negosiasi dengan pihak Narsar terus berlanjut. Mereka berharap negosiasi akan menghasilkan hasil yang diinginkan, karena kedatangan juara Karo ini akan menjadi perubahan yang menyenangkan dalam kehidupan catur yang begitu monoton di kota ini. Ada juga direncanakan Si Narsar akan juga dibawa untuk bertanding di Bandung.

Selanjutnya koran Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indië pada 13-12-1913 mengabarkan : “Sebelumnya pada tanggal 15 November 1913 telah diberitakan bahwa negosiasi sedang diadakan dengan Juara Catur Karo  tentang  undangan akan permainan beberapa partai serius di kota Batavia. Untungnya, sekarang dapat diberitahukan bahwa negosiasi telah menghasilkan kesepakatan bahwa  orang Karo bernama Si Narsar akan tiba pada tanggal 4 Januari 1914.

Segera, dalam pertemuan Dewan Klub Catur Batavia, pengaturan lebih lanjut akan dibuat mengenai program permainan dan, tentu saja para pembaca akan diberi informasi pada waktunya.”

Koran Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indië pada tanggal 20-12-1913 memberitakan bahwa telah ditetapkan jadwal pertandingan dengan Si Narsar. Si Narsar akan selama empat hari pertama masa tinggalnya di Batavia akan melakukan pertandingan catur simultan dan partai serius dengan anggota Klub Catur Batavia.”

Sementara pada hari Kamis tanggal 8 Januari dan Jumat 9 Januari pada malama hari, semua orang akan memiliki kesempatan untuk bertanding dengan Si Narasar, sejauh tempat tersedia. Akan ada pertandingan simultan dan mungkin juga partai terpisah melawan orang Karo ini. Kegiatan  akan diadakan di gedung Societeits “Concordia.”

Pengumuman pertandingan catur Narsar di Batavia.

Narsar Melawan Pecatur Batavia

Koran Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indië tanggal 07-01-1914 mengabarkan bahwa Juara Catur dari Karo bernama Narsar telah sukses besar melalui malam-malam pertandingan sebelumnya dengan Club Catur Batavia. Kemarin  malam, di Club Batavia, dalam 4,5 jam Si Narsar membuahkan hasil imbang melawan Mr.  G. Barth namun 7 pertandingan lainnya dimenangkan oleh Si Narsar.

Keberhasilan itu memang mengagumkan. Orang Karo ini bermain tenang, dan tetap bertahan sampai akhir. Bahkan pertandingan melawan Mr. H. Meyer, wakil ketua Schaakclub “Batavia” (yang juga adalah editor kolom catur di Koran News van den Dag) mempunyai keseruan tersendiri. Hasilnya dimenangkan oleh Narsar.

Koran Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indië tanggal 10-01-1914 menuliskan pertandingan catur  dengan bintang tamu  Si Narsar, yang diorganisir oleh klub catur “Batavia,” tidak diragukan lagi dapat disebut berlangsung sukses. Di kedua kelompok baik klub catur dan anggota Société Concordia, minat anggota yang hadir tinggi sampai akhir acara berlangsung.

Si Narsar telah menunjukkan permainan yang baik. Permainanya  telah  berkembang dengan baik, setelah pelatihan yang cukup dan terutama setelah menambah kurangnya pengetahuan teoritis tentang pembukaan, dan ini dapat menyesuaikan diri permainan Master Eropa.

Hasil pertandingan catur  Si Narsar selama seminggu  dapat diringkas sebagai berikut :

Tanggal 6 Januari :  dari 8 pertandingan, 7  dimenangkan Narsar dan 1 imbang (remis).

Tanggal  7 Januari : dari 5 pertandingan,  kesemuanya dimenangkan Narsar.

Tanggal 8 Januari : dari 8 pertandingan,  7 dimenangkan Narsar dan 1 kekalahan Narsar.

Tanggal 9 Januari : dari 9 pertandingan, semuanya dimenangkan Narsar.

Waktu akan memberi tahu apakah ia akan mencapai hasil yang sama baiknya di Bandung dan di Semarang, di mana ia akan pindah dari sini.

Meskipun tampak dari ringkasan di atas bahwa Si Narsar memainkan permainan simultan dengan hasil yang sangat baik, harus ditambahkan bahwa ia terkadang bermain sangat lambat. Sementara banyak master catur Eropa di partai mereka menunjukkan terlalu banyak belajar buku, partai-partai ini kadang-kadang dimainkan dengan mencontoh yang lalu-lalu. Sementara pada permainan Si Narsar, penulis koran ini menemukan orisinalitas dan kecerdikan pada posisi yang sangat sulit.

 

Bersambung ke Narsar Keliling Jawa Bertanding Catur (1914)