Synopsis Film Turang

by
Sebuah adegan penuh haru antara Nyzmah dan Omar Bach
Sebuah adegan penuh haru antara Nyzmah dan Omar Bach

Film berjudul Turang adalah film yang melejitkan nama Bachtiar Siagian di tahun 1957. Dibuat atas kerja sama Rencong Film dengan Yayasan Gedong Pemuda yang diketuai Kolonel Djamin Ginting, Panglima Kodam Bukit Barisan. Film yang mengisahkan perlawanan rakyat Karo terhadap tentara penjajah Belanda ini dibintangi pemain-pemain lokal, seperti Zoubier Lelo, Nyzmah danTuahta Perangin-angin.

 

Synopsis Film Turang

Produksi : “Rentjong Film Corporation”

Bersama Jajasan Gedung Pemuda Medan

Tjerita/Regie : Bachtiar Siagian.

Sebuah pasukan gerilja sedang bergerak ditepi sebuah desa di kaki gunung Sinabung (Tanah Karo). Mereka menjusup mendekati kampung itu membawa pemuda Rusly, Wakil pemimpin pasukan jang luka parah.

Tuah, salah seorang anggota gerilja, adalah pemuda berasal dari kampung itu, dan dengan sembunji-sembunji menemui adiknja Tipi dan mengatakan, bahwa ia harus merawat Rusly jang akan ditinggalkan mereka di kampung itu setjara  rahasia (tak diketahui oleh penduduk kampung). Kemudian Tuah dan pasukkanja kembali ke hutan-hutan untuk melakukan tugas mereka selandjutnja.

Beberapa bulan kemudian Rusly telah berangsur-angsur sembuh. Selama dalam rawatan Tipi, ia seolah-olah telah diikat oleh kemesraan rasa kasih dan tjinta.

Sementara itu Djendam, seorang pemuda lain jang sering datang ke kampung itu dan sebenarnja mendjadi mata-mata musuh, mendapat kabar, bahwa di rumah Tipi pernah disembunjikan seorang anggauta gerilja jang luka. Djendam melapor pada musuh dan pada suatu hari digerebeklah kampung tersebut. Ajah Tipi dibawa oleh Belanda ke kota untuk diperiksa kemudiannja, disiksa sampai mati.

Pasukan gerilja mendapat keterangan tentang penangkapan ajah Tipi dan mereka mendatangi kampung itu kembali. Dengan perasaan hantjur Tipi menerima berita tersebut.

Achirnja ia minta ikut pada Rusly, biar kemanapun akan dibawa. Rusly tidak dapat memutuskan permintaan ini. Ia bawakan soalnja pada pemimpin pasukan. Mereka berunding.  Pemimpin pasukan jang lebih mengutamakan kepentingan pasukannja, terpaksa tidak dapat membawa Tipi.

Mulanja Rusly hendak berontak mendengar putusan komandannja itu, tapi achirnja ia tunduk pada order dan disiplin kemiliteran. Tiba-tiba pasukan Belanda menjerang, dan terlibatlah seluruh pasukan gerilja dalam pertempuran.

Dengan semangat menjala-njala, walaupun tenaga tidak seimbang dengan kekuatan musuh, pasukan Rusly dan Tipi tetap bertahan menegakkan kemerdekaan Indonesia.

Synopsis Fim Turang (Majalah Minggu Pagi, No 19 Tahun XI)

Para Pelaku :

Nyzmah, Omar Bach, Tuahta Perangin-angin, Ahmady Hamid, Hadisjam Thahax, Zoubier Lelo, Adam Danol, Rindu Tandjung, Djas.

Sumber : Majalah Minggu Pagi, No 19 Tahun XI. Terbitan tanggal 10 Agustus 1958.