Resensi Film Piso Surit

oleh
Film Piso Surit
Film Piso Surit

Piso Surit

Madjalah Varia No. 173 (9 Agustus 1961)

Bachtiar Siagian adalah seorang sutradara jang bekerdja dengan tjermat, jang bisa mendjiwai filmnja. Inipun dibuktikanja dengan “Piso Surit” jang beberapa malam jang lalu diputar untuk pers dan undangan di Press Club.

“Piso Surit” adalah nama dari burung malam jang dipakai dalam artian sama dengan “Si Pungguk merindukan bulan.” Temanja sangat sederhana : seorang mahasiswi dalam ilmu purbakala (Mieke Widjaja) datang ke Tanah Karo untuk mengadakan penjelidikan. Untuk mengadakan perdjalanan disekitarnja ia menjewa seekor kuda kepunjaan seorang Karo, bernama Pande (Achmadi).

Pande lama kelamaan djatuh tjinta pada Mieke dan setelah kemudian hendak diperkosanja. Ia diinsjafkan oleh Mieke, sehingga ia menjesal dan hendak bunuh diri. Maksudnja ini dapat dihalangi oleh seorang kawan jang disuruh oleh Mieke mentjarinja.

Dengan regie jang baik dan countinuity jang teratur Bachtiar Siagian bertjerita dengan gambar dan tidak dengan dialog melulu, sehingga ia dapat menghidupkan perasaan jang dikandung oleh figuur-figuur jang ia tjiptakan

Mieke mendapat kesempatan baik sekali untuk mengembangkan bakatnja dalam film ini. Ia memperlihatkan tjorak permainan jang berlainan dari apa jang biasa kita lihat selama ini. Demikian pula Achmadi jang dalam “Turang” terpilih sebagai pemain pembantu jang terbaik, dalam film ini sebagai peran utama tidak mengetjewakan. Ia ternjata seorang pemain jang berbakat dan dapat memenuhi apa jang dikehendaki dari padanja sebagai seorang tukang kuda jang lupa daratan, tetapi kemudian dapat diinsjafkan.

Fotografi dan sound dari Infico adalah baik, hanja sajang sound di sana sini agak mengetjewakan, terutama dibagian si Pande hendak memaksa Mieke, sehingga bagian dialog jang penting tidak dapat ditangkap. Kiranja bagian ini dapat di-retake.

Jang menarik hati pula ialah ilustrasi musik dari Sudharnoto jang dapat menghidupkan beberapa bagian jang penting.

Satu film jang sederhana jang berharga untuk dilihat.

 

——————————

Catatan dari Admin :
Dalam Majalah Varia ditulis “Pisau Surit.” Telah diedit oleh admin Karo Siadi menjadi judul sebenarnya yaitu “Piso Surit.”