,

Peresmian Asrama Kedua di Kabanjahe (1931)

by
Peresmian Asrama di Kabanjahe tanggal 10 Januari 1931.
Peresmian Asrama di Kabanjahe tanggal 10 Januari 1931.

Asrama kedua di Kabanjahe telah berdiri. Peresmian asrama baru ini dilakukan pada tanggal 10 Januari 1931.

Oleh : Edi Santana Sembiring.

Pada artikel sebelumnya telah dituliskan akan kehadiran asrama di Kabanjahe. Peresmian asrama putra di Kabanjahe ini berlangsung pada tanggal 5 Mei 1930. Anak laki-laki dari berbagai desa di dataran tinggi Karo, yang bersekolah di berbagai sekolah di Kabanjahe dapat menggunakan asrama itu.

Lalu bagaimana dengan asrama bagi para putri yang bersekolah di Kabanjahe? Ini juga sudah dipikirkan.

E.J van den Berg menuliskan kabar berdirinya asrama kedua di Kabanjahe. Dalam majalah Nederlandsch Zendingsblad terbitan Minggu, 1 Maret 1931, E.J van Den Berg menuliskan artikel berjudul Het Tweede Internaat te Kabandjahe atau Asrama Kedua di Kabanjahe.

Asrama kedua ini adalah sumbangan dari Tuan H. Cremer, direktur Deli-Maatschappij. Atas bantuannya, berdirilah asrama ini dan jaraknya setahun setelah asrama pertama berdiri.

E.J van den Berg mengungkapkan faktor majunya pekerjaan Zending adalah karena begitu besarnya bantuan dan apresiasi dari berbagai pihak akan pekerjaan para penginjil di dataran tinggi Karo. Dan faktor kedua menurutnya adalah karena iman yang kian bertumbuh hingga turut membantu dalam perkabaran Injil. Dan faktor kedua ini adalah hal yang utama.

Peresmian asrama baru ini dilakukan pada tanggal 10 Januari 1931. Banyak undangan yang hadir, baik dari Kabanjahe, Berastagi maupun dari Medan.

Tuan Cremer menyisihkan satu hari dari waktunya yang sibuknya untuk acara peresmian ini. Ia datang bersama Nyonya Cremer dari Medan pada pukul setengah sepuluh. Semua tamu kemudian pergi ke gedung baru yang letaknya berseberangan dengan asrama yang pertama berdiri. Asrama pertama ini adalah sumbangan dari Tuan Janssen. Dan asrama baru ini berada di sebelah kiri rumah E.J van den Berg.

Nyonya Kremer mendapat kesempatan membuka gedung itu, dan salah satu gadis dari Asrama Putri ini memberikan kunci yang diletakkan di atas bantal. Acara ini sambil diiringi dengan penampilan tari Karo yang anggun.

Usai pembukaan, para hadirin masuk ke ruang makan besar yang telah didekorasi oleh tangan-tangan perempuan terampil. Ruangan ini tampil indah layaknya sebagai ‘ruang resepsi’.

Di sebelah kiri pintu, ada meja besar tempat kerajinan tangan para gadis Karo dari kelas kerajinan tangan perempuan yang tertata rapi. Sementara potongan-potongan besar, seperti bantal dan kerajinan lainnya disusun di atas lemari rendah berpanel di sepanjang kedua sisi dinding di antara bunga.

Sekitar empat puluh kursi diatur mengelilingi, di tengahnya ada rangkaian bunga yang indah, kiriman dari salah satu tamu. Dan ini memberikan kesan yang sangat menyenangkan, hadiah yang indah.

Setelah semua duduk, tibalah saatnya acara yang ditunggu. Ucapan terima kasih disampaikan kepada donatur gedung ini. E.J van den Berg menyampaikan bahwa pekerjaan dari para penginjil kian bertumbuh berkat dukungan yang terus mengalir.

Selanjutnya E.J van den Berg memberikan gambaran umum tentang perjalanan asrama selama ini. Dari permulaan yang kecil telah berkembang dan kebutuhan untuk memiliki bangunan yang lebih baik terus ada. Gedung asrama pertama berdiri berkat bantuan Tuan Janssen, Dan sekarang Tuan Cremer memberikan bantuan yang lebih melengkapi lagi.

E.J van den Berg juga menyampaikan karena perubahan waktu dan didukung oleh keadaan zaman (upah yang lebih murah dan harga bahan yang lebih murah), bangunan baru ini dapat dibuat lebih besar dari yang diresmikan tahun sebelumnya. Dan dirasa, asrama baru ini lebih cocok untuk asrama putra, karena jumlah anak laki-laki yang lebih banyak dari pada perempuan.

Ada 67 anak laki-laki dan lebih tepat bila dipindahkan ke asrama yang baru diresmikan ini karena lebih luas. Asrama yang baru ini memiliki ruangan untuk 80 tempat tidur.

Asrama yang baru diresmikan ini awalnya adalah bantuan Tuan Cremer bagi para pelajar putri. Namun setelah acara peresmian, 27 gadis ini akan bertukar tempat ke asrama yang pertama didirikan. Dan para pelajar putra akan pindah ke asrama yang baru diresmikan ini.

Ucapan terimakasih juga disampaikan kepada Tuan Bitters, kepala administratur Deli-Maatschappij, atas dukungannya. Tak lupa ucapan terima kasih disampaikan kepada tenaga insinyur dari Deli Maatschappij, yang menangani pembangunan gedung asrama ini.

Setelah mendengarkan kata sambutan dan ucapan terima kasih, Tuan Cremer memberikan kata sambutan yang hangat. Tuan Cremer berkata, bahwa dia terpanggil untuk memberi sumbangan ini karena orang tuanya selalu berbicara tentang kekaguman yang besar akan pekerjaan para penginjil di Dataran Tinggi Karo.

Tuan Van Muijlwijk (Ketua Konferensi Deli) atas nama Nederlandsch Zendeling Genootschap (Serikat Penginjil Negeri Belanda) dan Konferensi Deli, mengucapkan terima kasih. Sumbangan ini banyak membantu meringankan pekerjaan Penginjil.

Controleur (Pengawas) Kabandjahe juga mengucapkan sepatah kata ucapan terima kasih atas apa yang telah dilakukan untuk putra dan putri Karo. Ini merupakan pekerjaan penting terutama di Pantai Timur yang sedang bangkit.

Setelahnya para Kepala Landskap Karo dan orang tua dari penghuni asrama putra mengucapkan terima kasih atas nama orang tua dan anak-anak. Tuan Vuurmans dari Lau Simomo menutup upacara ini dengan doa ucapan syukur.

Beberapa momen istimewa yang tak bisa dilupakan dengan mudah bagi para tamu yang hadir adalah pemberian persembahan berupa bunga oleh gadis-gadis Karo penghuni asrama ini. Juga pemberian bantal yang dibuat sendiri oleh ibu asrama putri kepada Nyonya Cremer. Nyonya Cremer adalah seorang wanita yang sangat penuh simpatik dan punya perhatian yang besar.

Selanjutnya acara tur menelusuri ruangan gedung ini. Pekerjaan gedung yang rapi dan fasilitas yang menunjang. Selanjutnya kopi dan makanan ringan dibagikan.

Di bahagian penutup tulisannya, E.J van den Berg menutup dengan kalimat : “Ini adalah hari yang luar biasa untuk kita, tetapi kata terakhirnya adalah jadilah hari ini : Terima kasih kepada Dia yang memanggil untuk memberi dan bekerja. Oleh karena itu: Soli Deo gloria”.