,

Narsar vs Toemboek (1916)

by
NarsarKaro-karo Purba vs Toemboek Sinoelingga

Koran De Sumatra post pada tanggal 05-02-1914 memberitakan bahwa Narsar Karo-karo Purba telah kembali ke Tanah Karo. Kontributor koran ini menuliskan ada banyak pemain catur yang terampil di sekitar Narsar, dan bahkan mungkin lebih baik dari Narsar.

Ada satu pemain catur di negeri Karo yang biasanya Si Narsar pasti menolak bermain dengannya. Bagi para grand master di dunia, penghindaran seperti itu sudah cukup dikenal. Mengapa Si Narsar tidak mau bermain dengan orang yang tidak diinginkannya itu?

Sambungan dari Bahagian : Narsar Keliling Jawa Bertanding Catur (1914)

Narsar, Oostkustsche Capablanca

Kini Narsar Karo-karo Purba mendapat julukan baru. Oostkustsche Capablanca, Capablanca dari Pantai Timur (Sumatera). Sejak kemenangan Narsar selama turnya di Jawa, koran-koran menuliskan dengan antusias munculnya juara catur baru ini. Dia dianggap sama hebatnya dengan Capablanca. Siapa Capablanca?

José Raúl Capablanca lahir di Havana ( Kuba) pada tanggal 19 November 1888 dan meninggal di New York City ( Amerika Serikat) pada tanggal 8 Maret 1942 pada umur 53 tahun. Capablanca adalah seorang pemain catur kelas dunia asal Kuba pada awal hingga pertengahan abad ke-20. Ia memegang gelar juara catur dunia dari tahun 1921 hingga 1927.

Capablanca mulai mempelajari aturan-aturan permainan catur pada usia empat tahun dengan menyaksikan ayahnya bermain. Di usia lima tahun, Capablanca dibawa ke Klub Catur Havana.
Pada tahun 1901, ketika usianya baru 13, ia mengalahkan juara nasional Kuba Juan Corzo dengan angka 4 menang, 3 kalah, dan 6 seri. Ia menjadi mahasiswa Kimia di Universitas Columbia di New York City, namun tidak menyelesaikannya, dan catur menjadi profesinya.

Capablanca mengikuti berbagai macam kejuaraan catur, di antaranya adalah kejuaraan San Sebastian 1911 dan pertandingan perebutan juara dunia catur menantang sang juara kala itu, Emanuel Lasker pada April 1921. Dan Capablanca berhasil merebut gelar juara dunia setelah mengalahkan Lasker.

Total Pendapatan Tur ke Jawa

Koran Bataviaasch nieuwsblad pada tanggal 14-02-1914 menuliskan kisah balik perjalanan Narsar selama di Jawa melawan banyak pecatur-pecatur hebat. Dan disebutkan dalam perjalanannya di Jawa itu, Narsar mendapat total pendapatan bersih uang sejumlah f 700.

Rencana Melawan Rudolf Laman

Koran Bataviaasch nieuwsblad pada tanggal 30-03-1914 memberitakan bawah mereka mendapatkan laporan dari Surabaya bahwa pemain catur terkenal Rudolf Laman (London), memiliki rencana untuk datang ke Hindia Belanda untuk melakukan tur di Jawa. Jika ada antusiasme yang cukup di antara para penggemar catur di Jawa, perlu dilakukan penggalangan dana sejumlah f 2500, –

Kegiatan itu kemudian dimaksudkan untuk memainkan pertandingan melawan Si Narsar dan juga beberapa pihak secara bersamaan (simultan).

Koran Bataviaasch nieuwsblad, 30-03-1914
Koran Bataviaasch nieuwsblad, 30-03-1914

Narsar Bermain di Pangkalan Brandan

Pada tanggal 07-07-1915, koran Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indië menuliskan bahwa Narsar Karo-karo Purba telah melakukan pertandingan catur simultan di Pangkalan Brandan pada tanggal 23 Juni 1915.

Narsar bermain melawan sembilan pemain catur, yang dia kalahkan semuanya dalam waktu 2 jam. Pertandingan pertama dimenangkan dalam waktu 15 menit. Pertandingan ini menarik banyak minat.

Munculnya Pemain Catur dari Karo Selain Narsar

Koran De Sumatra Post pada tanggal 24-07-1916 memberitakan akan adanya rencana pertandingan catur, di mana sepuluh pemain catur terbaik dari Karo akan ambil bagian. Raja catur terkenal bernama Narsar Karo-karo Purba yang berasal dari Taneh Karo bagian Timur akan bersaing untuk pertama kalinya dengan dua bintang catur dari Taneh Karo bagian Barat yaitu Si Toemboek dan Si Ngoekoem.

Koran De Sumatra Post, 24-07-1916

Narsar Melawan Si Toemboek

Koran De Sumatra Post pada tanggal 03-08-1916 memberitakan tentang kegiatan pameran yang berlangsung di Kabanjahe. Ada banyak kuda-kuda terbaik yang dipamerkan, termasuk kuda-kuda yang dipakai untuk lomba pacuan kuda.

Ada juga acara hiburan berlangsung seperti tarian. Orang-orang Karo menghibur dirinya dengan tarian. Banyak yang hadir untuk menyaksikannya. Mereka berdiri melingkar. Di lingkaran besar itu baik laki-laki, perempuan dan anak-anak dari Karo tak lupa mengenakan kainnya yang berwarna indigo (hitam kebiru-biruan). Di tengah siang, musik Karo mengalun.

Para pemain catur ikut memeriahkan acara pameran ini. Mereka punya pesta tersendiri. Bagaimana orang Karo mengenal permainan catur, sejauh ini belum terpecahkan. Namun diduga dari orang Portugis lah orang Karo awalnya mengenal catur.

Bagaimanapun, ini adalah fenomena yang luar biasa, bahwa orang-orang Karo ini menyukai permainan catur yang rumit dan melelahkan. Dan dari catur pula ada orang Karo yang melanglangbuana hingga ke pulau Jawa.

Dialah Narsar Karo-karo Purba. Dan juara catur terkenal ini tampak ikut dalam pertandingan catur dalam pameran ini.

Koran De Sumatra Post tanggal 04-08-1916 melaporkan hal yang mengejutkan. Kejadian ini terjadi pada tanggal 1 Agustus 1916 di Kabanjahe dan reporter dari Koran De Sumatra Post tak sempat menyaksikannya karena ketika pertandingan berlangsung, ia telah kembali pulang.

Dituliskan “Si Narsar dikalahkan.” Siapa yang mengalahkannya?

Si Narsar berhadapan dengan salah satu pemain catur hebat dari Taneh Karo bahagian barat. Si Toemboek Sinoelingga, dari Bintang Meriah, berhasil mengalahkan sang juara catur ini.

Dari pertandingan catur ini didapatkan hasil : Si Toemboek sekarang menjadi juara 1, Si Narsar juara 2 dan Si Rantjap, dari Koeta Boeloeh, mendapatkan juara 3.

Koran De Sumatra post tanggal 04-08-1916

Narsar Kena Hukum

Koran Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indië pada tanggal 15-09-1916 mengabarkan bahwa Narsar masuk penjara bulan lalu di Kabanjahe. Dia telah berkelahi dan melukai lawannya dengan sepotong kayu.

Diketahui Narsar dengan lawannya sedang bermain Catur Karo. Ada kesalah pahaman akan aturan main catur Karo yang mempunyai istilah “sibuaten” atau saling makan.

Penulis Koran Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indië berharap Narsar diberi keringanan hukuman.

Narsar ke Bandung Lagi

Koran De Preanger-bode tanggal 19-12-1916 mengabarkan bahwa Narsar Karo-karo telah tiba di Bandung. Akan diadakan pertandingan catur simultan untuk anggota Klub Bandoengsche Skhaakclub dan para pecinta catur di kota Bandung.

Iklan di koran De Preanger-bode, 20-12-1916

Bagi yang bukan anggota Bandoengsche Schaakclub dipersilakan ikut datang dan bila ingin bermain dapat membeli tiket serta harus membawa perlengkapan catur sendiri.

Sekitar tiga tahun yang lalu Si Narsar pernah bermain simultan di Bandung, hasilnya kala itu : Narsar memenangkan 12  dari 14 pertandingan dan 2 pertandingan mengalami kekalahan.

 

Bersambung ke bahagian : Boris Kostic Melawan 3 Pecatur Karo (1925)