Mbera Barus Bersama Ribuan Orang Karo Mendukung RI (1950)

oleh
Het nieuwsblad voor Sumatra tanggal 1 Febuari 1950

Deli Hulu Tidak ingin Pemerintahan Ganda.

 

Ribuan Demonstran Mengirim Delegasinya ke Medan.

Ribuan orang Karo dari Deli Hulu yang terdiri dari pria, wanita dan anak-anak (ada Koran berbahasa Indonesia menuliskan bervariasi antara 3.000 hingga 7.500 orang) telah meninggalkan kampung-kampung mereka menuju ke Medan untuk mengadakan demonstrasi. Mereka ingin mengemukakan beberapa keinginan, yang terpenting adalah menyoroti  apa yang disebut pemerintahan ganda. Pemimpin mereka menuntut agar Sumatra Timur hanya memiliki satu pemerintahan, yaitu negara Republik Indonesia.

Sejak Senin, para demonstran berkumpul untuk menyerahkan resolusi mereka ke Wali Negara. Dari tempat mereka berkumpul di Pantjurbatu (Arnhemia), mereka memutuskan untuk mengirim lima orang perwakilan ke Medan, dan menunggu hasilnya. Kelima pemimpin tersebut bertemu kemarin dengan Wali Negara selama satu setengah jam, setelah itu mereka kembali dengan beberapa pejabat sipil dan militer dari Medan untuk melapor kepada para demonstran.

Para demonstran, yang telah membawa makanan, alat musik dan bendera merah putih, telah menginap sejak hari Senin hingga hari Selasa di udara terbuka.

Salah satu pemimpin mereka yaitu Mbera Barus, setelah kembali dari Medan,  atas nama orang-orang dari Deli Hulu pertama-tama berbicara kepada perwakilan otoritas Negara yaitu Madja Purba. Dan mempersilahkan beliau berbicara dengan mikrofon. Madja Purba  berbicara untuk meyakinkan, bahwa keinginan penduduk Deli Hulu akan mendapat perhatian penuh dari pemerintahan Negara Sumatera Timur (N.S.T). Namun, konstitusi sementara adalah R.I.S. Belum berubah, menurut Madja Purba. Tahun ini, Majelis Konstituante akan dibentuk untuk menentukan konstitusi akhir.

Pak Madja Purba menegaskan bahwa orang-orang Deli Hulu harap tenang di tempat kerja, dan berjanji bahwa pemerintah N.S.T akan mengirimkan resolusi yang diusulkan kepada pemerintah pusat di Jakarta.

Para demonstran kemudian menunjuk Mbera Barus sebagai perwakilan mereka dan meminta agar pemerintah N.S.T.  mengganti biaya beliau selama menunggu keputusan. Bapak Madja Purba menyetujui permintaan ini kepada pemerintah N.S.T. itu akan mengirimkannya.

Akhirnya, Mbera Barus berbicara kepada para demonstran untuk meminta mereka kembali ke rumah masing-masing dan melanjutkan pekerjaan mereka sehari-hari. Pertemuan massal ini diakhiri dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan teriakan  “merdeka” yang berapi-api.

Koran : Het nieuwsblad voor Sumatra tanggal 1 Febuari 1950.