Kejutan dari Narsar di Medan (1910)

by
Narsar Karo-karo

Dua pemuda Karo itu mengejutkan orang-orang Eropah di Sumatera Timur. Keduanya datang ke kota Medan untuk melawan pemain-pemain catur hebat di Medan.

Mereka adalah Narsar Karo-karo Purba dari Berastagi dan Garang Barus. Narsar adalah anak dari Sibayak Berastagi dan Garang adalah putra dari mantan Sibajak Baroesdjahe. Garang adalah murid dari sekolah guru di Kabandjahe.

Mengejutkan Kota Medan

Koran Het nieuws van den dag : kleine courant pada tanggal  16-07-1910  mengangkat tulisan dari koran De Sumatra Post yang tayang pada tanggal 17 dan 18 Juni  tahun 1910. Koran De Sumatra Post menceritakan tentang dua orang Karo yang telah turun dari Dataran Tinggi  Karo untuk bermain catur di Club Catur bernama “Die Witte Sociëteit” di Medan. Mereka datang untuk melawan para pemain catur Eropa yang kuat.

Digambarkan, keduanya duduk dengan cara yang berbeda dari yang biasa mereka lakukan di rumahnya di kampung. Mereka biasanya bermain di bale-bale dengan menggunakan peralatan catur yang sangat primitif, di mana buah catur dibuat sendiri, papan catur hanya ada di lantai bale-bale yang digoret dengan pisau. Penonton melihat dengan berjongkok dan setengah penonton lainnya bergayut di tiang-tiang bale-bale, namun semuanya serius memperhatikan permainan.

ilustrasi : bermain catur Karo. (sumber Tropenmuseum)

Sekarang mereka terlihat duduk dengan sangat rapi di kursi-kursi dan tangannya berada di atas meja marmer. Dan untuk kesempatan yang khidmat itu mereka juga terlihat rapi.

Mereka seperti “tertekan” di bawah tatapan luar biasa para pengamat. Mereka sama sekali tidak merasa nyaman tentunya, tapi mereka memiliki jalan keluar : melihat ke bawah atau diam-diam melihat wajah lawan dari balik dekapan tangannya yang menopang dagu.

Salah satu dari keduanya tampaknya akan menjadi pemain yang kuat, dan harus lebih yakin untuk tak perlu ragu-ragu melawan pemain yang menang teori itu. Dia tetap tak terkalahkan di malam pertama.

Serangan dibarengi strategi pertahanan yang kuat memenangkannya. Pemain lain menunjukkan ketidakpastian, karena kemampuannya yang lebih rendah dalam metode catur Eropa.

Koran Het nieuws van den dag tanggal 16-07-1910

Sebuah  judul tulisan tentang hari kedua berbunyi Jago Catur dari Karo tidak ditakdirkan memiliki nasib buruk tadi malam.  Salah seorang  pemain dalam 25 langkah kalah dari Mr. Platte. Platte adalah pecatur terhebat dari club catur “Die Witte Sociëteit.” Serangan-serangan yang terburu-buru di seluruh lini merugikan dirinya sendiri.

Pemain catur lain telah berhasil membawa kemenangan. Narsar mengalahkan Mr. Platte. Walau ia sudah kehilangan ratunya dan cukup berbahaya, tetapi berhasil  melanjutkan permainan dengan berakhir menang. Orang-orang Karo  mulai menjadi populer di sini.

 

Rencana ke Eropah

Koran De Sumatera Post tanggal 30-08-1910 menuliskan juara catur terkenal dari Karo yang bernama Narsar Karo-karo akan akan pergi dalam beberapa bulan ke Eropa bersama dengan rekannya yang bernama Si Garang.

Mereka menerima undangan dari de Koning uit Djember untuk pergi bersamanya ke Eropa pada bulan  Januari 1911 dengan biaya darinya selama sekitar sepuluh bulan. Niatnya adalah untuk membawa mereka bermain catur di Eropa dan jika mungkin, membawa mereka ke dalam kontak dengan para master catur Eropa.

Keduanya sementara tinggal di Medan dan melakukan persiapan di club catur Die Witte Societeit. Rencananya mereka akan berangkat dari Medan ke Singapura. Lalu menuju Djember untuk saling berkenalan dengan Mr. de Koning uit Djember. Lalu disini perlu juga dilakukan persiapan untuk perjalanan besar berikutnya.

Menurut Pejabat Kontroler di  Kabandjahe, ia yakin bahwa dua orang anak muda Karo ini akan belajar banyak dari perjalanan mereka dan kembali pulang dengan selamat. Koran Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indië pada tanggal  05-09-1910 menuliskan berita yang sama.

 

Pemain Terkuat

Koran De Sumatera Post tanggal 22-10-1910 menuliskan bahwa pemain catur dari Karo yang brilian ini, yang akan melakukan perjalanan ke Eropa bersama Mr. Koning van Djember, telah tinggal di Jawa selama beberapa waktu. Dia telah bermain di sana bersama Mr. L. G. Eggink di Oengaran.  Eggink adalah editor kolom catur terkenal dari Weekblad voor Indië. Dan dia menulis hal membanggakan untuk Asosiasi Catur Medans.

Koran De Sumatera Post tanggal 22-10-1910

Mr. Eggink mengatakan bahwa dia telah memainkan empat pertandingan dengan orang Karo ini dan dia hanya bisa memenangkan satu pertandingan. Dia senang dengan permainan Si Narsar dan percaya dia telah  melihat pemain terkuat di Hindia Timur.

Tampaknya juara Karo ini, melalui latihannya di Medan, telah dibekali  beberapa teori hingga kemampuannya  telah meningkat. Mr. Eggink telah memberikan surat rekomendasi pada teman-teman  caturnya yang terbaik di Belanda.

 

Bersambung ke Rencana Narsar ke Eropah Tahun 1911.