Harimau Menerkam di Gundaling

oleh

Harian “Nieuwe Venlosche courant” pada tanggal 08 Juni 1938 menuliskan masukknya Harimau ke daerah sekitar Berastagi :

Nieuwe Venlosche Courant. 08-06-1938

Ada banyak diskusi di harian Deli Courant tentang pertanyaan ini : apakah masih ada harimau di Berastagi (di dataran tinggi Tanah Karo Sumatera timur) ?

Baru-baru ini, penduduk kampung di Djarang Moeda (Jarangguda) melihat, di dekat Goendaling yang sekarang ramai dikunjungi, pada malam hari seekor harimau telah membuat hilang beberapa anjing. Penduduk menemukan jejak binatang itu. Mereka pergi mencari keberadaannya, tapi tidak bisa menemukannya.

Malam berikutnya seorang penduduk Karo, yang bersenjatakan tombak, berjalan-jalan di dekat kampungnya, bertemu dengan sesuatu yang berlari dari hutan. Dia tiba-tiba menghadapi seekor harimau raksasa yang hendak menyerangnya.

Pria Karo ini tidak berpikir dua kali. Saat ini si Harimau menyerang, dia memeluk tombak di perutnya. Kemudian ternyata tombak itu telah menghunus ke arah jantung sang hewan yang menerkam. Hewan itu jatuh melonglong ke tanah dan mati kehabisan darah.

Harimau yang dikalahkan tersebut diarak berkeliling keesokan paginya, tentu saja menjadi pusat perhatian orang. Berikutnya, kulitnya diberikan kepada Sibajak Lingga sebagai hadiah.