Boris Kostic Melawan 3 Pecatur Karo (1925)

by
Boris Kostic

Narsar Karo-karo Purba kembali melakukan perjalanan mengelilingi kota-kota di pulau Jawa untuk bertanding catur. Tiga tahun lalu ia pernah melakukannya dan hasilnya, kemenangan di pihak Narsar.

Koran De Preanger-bode tanggal 19-12-1916 mengabarkan bahwa Narsar Karo-karo telah tiba di Bandung. Akan diadakan pertandingan catur simultan untuk anggota Klub Bandoengsche Skhaakclub dan para pecinta catur di kota Bandung.

Sambungan dari Bagian : Narsar vs Toemboek (1916)

 

Narsar Bermain Catur di Bandung

Koran Bataviaasch nieuwsblad pada tanggal 21-12-1916 mengabarkan, semalam ada 22 pertandingan yang dimainkan secara simultan. Narsar memenangkan 18 pertandingan, 1 remis (imbang), dan Narsar kalah 3.

Dikabarkan pagi ini, juara catur ini berangkat ke Jogja. Dia bermain di sana rencanannya malam ini.

 

 

Narsar ke Yogyakarta

Perjalanan Narsar di Kota Yogyakarta dikabarkan oleh Koran Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indië pada tanggal 22-12-1916. Kemarin dalam pertandingan simultan melawan 18 orang, Narsar memenangkan 15 pertandingan,1 imbang, sementara dia kalah melawan Master catur G. Velds dan Dr. J.Offringa.

 

Narsar ke Surabaya

Di Surabaya, Koran Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indië pada tanggal 27-12-1916 mengabarkan pertandingan antara Narsar melawan Mr. Bleykmans pada Sabtu malam. Dan Bleykmans kalah.

Pada hari Minggu, Narsar melakukan pertandingan simultan melawan 22 pemain. Dia memenangkan lima belas pertandingan, kalah enam, dan satu imbang.

Pada hari Senin, jumlah pemainnya tidak sebanyak sebelumnya. Narsar berhadapan dengan 14 pemain yang mayoritas kuat. Narsar memenangkan delapan pertandingan, kalah tiga dan membuat tiga imbang.

Rupanya Bleykmans tidak puas. Pada hari Selasa malam dilakukan pertandingan “pembalasan.” Lagi-lagi ia dikalahkan oleh Narsar.

 

Narsar Tiba di Semarang

Koran De Preanger-bode pada tanggal 02-01-1917 menuliskan, bahwa pada Sabtu malam di Hotel Smabers di Semarang, pertandingan catur simultan diadakan melawan Jago catur dari Karo. Narsar menghadapi 15 juara catur di Semarang.

Acara dimulai pukul setengah delapan malam dan selesai pada setengah dua malam. Narsar mampu memenangkan 12 pertandingan, bermain 2 kali seri dan kalah 1 kali. Orang-orang Semarang, yang berpartisipasi dalam kompetisi, adalah sebagai berikut Horstman, Muller, Da Jong, Hagedoorn Jr, Anema, Rienstma, Franchimont dan lain-lain.

 

Narsar ke Batavia

Koran Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indië pada tanggal 10-01-1917 menuliskan kesimpulan akan perjalanan kedua tur Narsar ke Jawa :

Setelah tur ke Jawa, pemain catur asal Karo ini telah kembali ke Batavia, tempat ia sekarang bermain dalam beberapa pertandingan serius dengan pemain terbaik.

Di Bandoeng, Narsar memainkan 22 pertandingan secara simultan (bersamaan) dengan hasil : 18 menang, 3 kalah dan 1 imbang, ; dengan total waktu bermain 5 jam.

Di Yogyakarta,Narsar bermain 18 pertandingan, di mana ia menang 15, kalah 2 dan1 imbang. Waktu bermain 6 jam.

Di Surabaya, Narsar memainkan dua pertandingan secara simultan, pertama melawan 22 papan (15 menang, 6 kalah dan 1 imbang) dan kedua kalinya melawan 14 papan (8 menang, 3 kalah, dan 3 imbang).

Namun yang terpenting, Narsar telah lulus ujian paling penting di Surabaya, bukan dalam bentuk pertandingan simultan, tetapi dalam dua pihak yang serius bertanding. Narsar mengalahkan Mr. Bleykmans.

Walau kurangnya pengetahuan teoretis, Narsar berhasil mendapatkan posisi yang lebih baik di awal dan dilakukan dengan sangat baik, menyerang dan mencari kesempatan yang memenangkan.

Koran Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indië menuliskan kegembiraan pecatur-pecatur Batavia akan kedatangan kembali Narsar. Kini, Narsar telah memainkan dua pertandingan serius melawan Mr. Heije, di mana ia memenangkan pertandingan pertama, sedangkan pertandingan kedua menjadi seri.

Dan akhir perjalanan tur kedua ini, Safier, pecatur no. 4 di Pulau Jawa waktu itu, harus bertekuk lutut. Narsar menang 5-0.

Begitu juga pecatur Batavia lainnya, H. Meyer, dihadapkan. Dia pun hampir-hampir diberi 5-0 juga. Hanya dalam partai ke 5, terakhir dia bisa menang berkat blunder Narsar dalam keadaan menang.

 

Kedatangan Boris Kostich ke Berastagi

Koran De Sumatra Post pada tanggal 05-10-1925 memberitakan kedatangan tamu istimewa ke Tanah Karo. Master catur Boris Kostich, dipandu Mr. Zeeu van der Laan berangkat menuju dataran tinggi.

Tidak hanya untuk merasakan udara dataran tinggi Karo yang dingin, tetapi juga bertemu dengan pemain catur terkenal itu, Narsar karo-karo Purba. Dan merekapun sempat bermain.

Juara catur asal Tanah Karo itu bersedia untuk menerima undangan bertanding melawan Tuan Kostich. Walau sebenarnya Narsar memang sudah lama tidak bermain catur lagi.

Sebuah pertandingan yang menarik akan diselenggarakan di Medan besok malam di aula kecil Hotel Medan di bawah naungan klub Catur Medansche. Pertandingan ini adalah antara Master catur Kostich melawan juara-juara dari Karo yaitu Ngoekoem dan Toemboek. Mereka adalah juara catur pertama dan kedua saat ini di kalangan pecatur Karo.

Pertandingan yang tidak diragukan lagi bakal menarik ini akan dimulai pukul setengah delapan malam. Banyak orang akan datang untuk melihat pertandingan antara pecatur Internasional dari Yugoslavia (Serbia) melawan juara catur dari Dataran Tinggi Karo.

De Sumatra Post, 05-10-1925

Undangan bermain kepada Narsar Karo-karo Purba ini dipenuhi selain karena yang mengundangnya adalah master catur internasional juga ingin mengetahui kemampuannya dibandingkan dengan Toemboek dan Ngoekoem.

Ngoekoem Sembiring berasal dari Sarinembah (23 Km dari Kaban Djahe). Dia adalah putra dari mantan Sibayak Sarinembah. Toemboek Sinoelingga berasal dari Bintang Meriah.

Kostic juga menyapa para pecatur-pecatur di Medan dengan mengadakan pertandingan hiburan. Pertandingan simultan dilakukan Kostich sambil menutup mata. Ya, matanya ditutup kain. Ini dilakukan pada tanggal 5 Oktober 1925. Sementara pada tanggal 6 Oktober 1925 adalah pertarungan yang lebih seru melawan 3 juara catur dari Karo.

Pengumuman di koran De Sumatra Post, 03-10-1925

Kostic Melawan 3 Pecatur Karo

Koran De Sumatra Post pada tanggal 07-10-1925 memberitakan tentang pertandingan yang menarik hati bagi para penggemar catur di Medan. Digambarkan kerumunan penggemar catur cukup banyak datang ke Hotel Medan. Mereka ingin menjadi saksi permainan catur antara Mr. Kostich dengan pemain-pemain catur terkuat yang dihasilkan dari dari Dataran Tinggi Karo.

Pukul setengah delapan pertandingan dimulai. Para pemain Karo duduk di tiga meja berbeda, dan terlihat Narsar Karo-karo Purba hadir.

Posisi dari kiri ke kanan, di tempat pertama Toemboeg, terlihat tenang dan terkendali, tangan selalu terlipat, berpikir dengan intens.

Narsar dalam jaket putihnya menunjukkan sedikit istimewa. Dia duduk dan bermain dengan tenang.

Toemboeg seorang pemain yang berani mengambil resiko, seolah-olah membiarkan bidaknya berjalan begitu mudah. Kostich sesekali menatapnya dengan kecurigaan. Tapi dia paham, orang Karo bermain dengan cara mereka sendiri.

Yah, mereka telah berpikir keras. Sekitar pukul satu malam, pertandingan selesai. Master catur Kostich telah mengalahkan mereka bertiga. Tetapi dia mengakui puas pada pertandingan ini. Terutama mengagumi permainan Toemboeg.

Dengan ini perjalanan Mr. Kostich telah berakhir di sini dan sore ini dia telah berangkat ke Singapura, untuk melanjutkan perjalanannya ke seluruh dunia. Dia berikutnya akan pergi ke Hong Kong.

Dua dari tiga pecatur asal Karo ini telah kembali ke dataran tinggi, tetapi Ngoekoem tetap di Medan. Dia akan bermain secara simultan melawan anggota dari Chess Club di Hotel Medan besok malam.

Dan semangat bermain catur kian ceria di kota Medan saat ini.

 

Bersambung ke Bahagian : Eggink Melawan Narsar Hingga Meijer ke Berastagi